BeliSerat Kulit Jagung Online terdekat di Jawa Barat berkualitas dengan harga murah terbaru 2021 di Tokopedia! Pembayaran mudah, pengiriman cepat & bisa cicil 0% Pembayaran mudah, pengiriman cepat & bisa cicil 0%. Download Tokopedia App. Tentang Tokopedia Mitra Tokopedia Mulai Berjualan Promo Tokopedia Care. Kategori. Masuk Daftar. jam 4 Bantal dari Bahan Kapuk Produk kerajinan dari bahan serat alam selanjutnya adalah bantal dari kapuk. Banyak orang lebih suka memakai bantal dari bahan kapuk dibandingkan busa. Selain harganya murah, bantal dari kapuk juga awet untuk dipakai. Memiliki fungsi sebagai benda pakai, bantal ini juga memiliki nilai hias untuk hiasan kamar. 4. dariproduk samping pertanian dan perikanan. atau aplikasinya pada serat tekstil dan aplikasi . yang berasal dari bahan alami dikenal dengan . GfEEyiz. Print Fathimah Azzahro*, Mardiyati, Steven, dan R. Reza Rizkiansyah 1Teknik Material, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung *E-mail This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. DOWNLOAD PDF ABSTRAK Hingga saat ini, kapas masih menjadi bahan baku utama dalam proses pembuatan benang untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil Indonesia. Sebagian besar kebutuhan akan serat kapas dipenuhi dari impor luar negeri dan kurang dari 4% dipenuhi oleh produksi kapas dalam negeri. Tanaman jagung Zea mays adalah salah satu hasil pertanian utama yang dihasilkan Indonesia. Berdasarkan data BPS, kecenderungan perkembangan produksi jagung dari tahun 2010-2013 mengalami kenaikan sehingga limbah kulit jagung yang dihasilkan juga meningkat. Hingga saat ini limbah kulit jagung masih belum dimanfaatkan dengan optimal. Sementara itu kulit jagung mengandung serat selulosa yang cukup tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu alternatif bahan baku serat selulosa dalam pembuatan benang pada industri tekstil Indonesia. Pada penelitian ini telah dilakukan ekstraksi serat selulosa dari kulit jagung dengan perlakuan basa menggunakan Natrium hidroksida NaOH dengan variasi konsentrasi 1, 3 dan 5 % berat pada temperatur ±90 °C. Hasil Fourier Transform Infrared FTIR menunjukkan bahwa secara kualitatif kandungan lignin serat kulit jagung setelah proses alkalisasi mengalami penurunan. Kekuatan tarik maksimum serta aspek rasio maksimum serat selulosa kulit jagung diperoleh dari perlakuan dengan NaOH 5% berat dengan waktu 3 jam, yakni 118 MPa dan 481. Kata Kunci FTIR, jagung, kekuatan tarik, serat selulosa, tekstil ABSTRACT Extraction of Corn Husk Fibre as Raw Material for Textile Yarn. Currently, cotton serves as the commonly used raw material for textile yarn to fulfill the demand of Indonesian textile industries. Most of the cotton fiber needs are still imported and less than 4% are supplied by domestic production. Corn Zea mays is one of main crops produced in Indonesia. Based on data from BPS, production of corn in 2012-2013 are relatively increased, which also followed by the increase of corn husk waste. Recently, corn husk waste is not optimally utilized. Corn husk actually has potential to be used as source of cellulose as it has fairly high contenct of cellulose, especially as an alternative raw material for yarns in Indonesian textile Industry. In this research, the cellulosic fiber was extracted from corn husk by alkali treatment using Sodium hydroxide NaOH at ±90 °C with concentration varied in 1, 3, and 5 wt% and time varied in 1 and 3 h. FTIR characterization showed that lignin content of corn husk fiber qualitatively decreased after alkali treatment process. Ultimate tensile strength and maximum aspect ratio of corn husk fiber is 118 MPa and 481, which obtained from 5% wt NaOH, 3 h treatment. Keywords FTIR, cellulose fiber, corn, textile, tensile strength Jakarta Teknologi proses produksi dan pemilihan bahan baku serat kain semakin maju. Satu di antara yang saat ini cukup prospektif adalah kulit jagung. Rupanya, kulit jagung bisa dimanfaatkan sebagai bahan serat kain berkualitas tinggi, disebut sorona. Teknologi pemanfataan kulit jagung sebagai bahan serat kain dikembangkan pertama kali oleh perusahaan life sciences terbesar di dunia yang bermarkas di Amerika Serikat, Du Pont. Melalui proses penelitian yang cermat, inti dari kulit jagung bisa menghasilkan bahan polymer berkualitas tinggi. Bahan serat kain yang juga disebut Three GT Polymer ini diperkirakan akan menjadi pesaing produk-produk tekstil yang sudah ada, seperti nylon dan polyester. Saat ini, produk sorona sudah menembus pasar Asia. Indonesia, Cina, dan, India akan menjadi sasaran pengembangan produksi dan pemasaran berikutnya. "Kami mengakui Indonesia akan menjadi pertimbangan, demikian juga Cina, dan India," kata Joe Carrell, Global Business Manager Du Pont. Polymer yang berbasis bahan fiber grade 1,3 propanediol ini memiliki keunggulan dari segi kualitas produk. Selain itu, polymer ini juga ekonomis. Selain serat kain yang dihasilkan lebih lembut dan kuat, sorona pun lebih lentur. Bahkan, warnanya lebih terang dan perawatannya lebih mudah.RSB/Marthin Budilaksono dan Anto Susanto* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

produk tekstil yang dapat dihasilkan dari serat alam kulit jagung